Cara membuat daftar isi menggunakan microsoft word
Apri
Pada postingan kali ini saya ingin berbagi bagaimana membuat daftar isi otomatis di microsoft word. sebenarnya tidak terlalu sulit, perhatikan langkah-langkah dibawah ini dengan baik.
1. buka makalah yang akan dibuat daftar isi, letakan kursor pada halaman terakhir, kemudian buatlah halaman baru dengan cara klik insert sorot icon page break , perhatikan gambar 1 di bawah ini
Gambar 1
2. Buatlah tulisan Daftar Isi pada halaman tersebut.
3. Bloklah tulisan BAB 1 PENDAHULUAN, BAB 2 PEMBAHASAN, BAB 3 PENUTUP dan Daftar Pustaka, agar lebih paham perhatikan gambar 2
Gambar 2
4. Kemudian pada style plih heading 1, lakukan hal yang sama untuk BAB 2 PEMBAHASAN, BAB 3 PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA. Perhatikan gambar 3

Gambar 3
Setelah heading 1 dipilih maka tampilan akan berbeda dari tampilan 1 menjadi pada gambar di bawah ini, posisi Tulisan BAB 1 PENDAHULUAN yang awalnya berada pada posisi tengah akan berubah di posisi kiri seperti pada gambar 4

Gambar 4
5. Selanjutnya kita blok sub bab pada makalah seperti 1.1. Latar Belakang, 1.2. Rumusan Masalah, 1.3. Tujuan penulisan makalah dan sub bab pada bab 2 dan bab 3, perhatikan gambar 5

Gambar 5
6. Kemudian pada style pilih heading 2 yang terletak pada samping kanan heading 1

Gambar 6
Setelah dipilih heading 2, maka posisi tulisan 1.1. Latar Belakang akan berpindah posisi kesamping kiri tepat di bawah tulisan BAB 1 Pendahuluan.
7. Setelah itu letakan kursor pada halaman terakhir tepat di bawah tulisan daftar isi, kemudian klik references dan pilih table of contents pilih insert table of contens perhatikan gambar 7

Gambar 7
Setelah kita pilih insert table of contens maka akan muncul layar insert table of contens

Gambar 8
Kemudian pilih options maka akan muncul tampilan seperti gambar 9

Gambar 9
pada tampilan table of contens options tersebut ada kolom bergaris biru yg berisi tulisan heading 1,2 dan 3 harus terceklis, begitu juga dengan tulisan outlines harus terceklis, kemudian pilih OK. Maka daftar isi automatic akan terbentuk seperti pada gambar di bawah ini dalam kotak bergaris biru.
Gambar 10
sekarangselesai sudah cara membuat daftar isi otomatis, selamat mencoba….
Sumber
07.43
Materi Kuliah
,
Metodologi Penelitian
Tahap - Tahap Penelitian
Apri
- Perencanaan. Perencanaan meliputi penentuan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu penelitian dan merencanakan strategi umum untuk memperoleh dan menganalisis data bagi penelitian itu. Hal ini harus dimulai dengan memberikan perhatian khusus terhadap konsep dan hipotesis yang akan mengarahkan peneliti yang bersangkutan, dan penelaahan kembali terhadap literatur, termasuk penelitian-penelitian yang pernah diadakan sebelumnya, yang berhubungan dengan judul dan masalah penelitian yang bersangkutan. Tahap ini merupakan tahap penyusunan “Terms Of Reference (TOR)”.
- Pengkajian secara teliti terhadap rencana penelitian. Tahap ini merupakan pengembangan dari tahap perencanaan. Di sini disajikan lagi latar belakang penelitian, permasalahan, tujuan penelitian, hipotesis, serta metode atau prosedur analisis dan pengumpulan data. Tahap ini meliputi pula penentuan jenis data yang diperlukan untuk mencapai tujuan pokok penelitian. Tahap ini merupakan tahap penyusunan usulan proyek penelitian.
- Pengambilan contoh (sampling). Tahap ini adalah proses pemilihan sejumlah unsur/bagian tertentu dari suatu populasi guna mewakili seluruh populasi itu. Dalam tahap ini peneliti harus secara teliti membuat definisi atau rumusan mengenai populasi yang akan dikaji. Rencana pengambilan contoh ini terdiri dari prosedur pemilihan unsur-unsur populasi dan prosedur menjadikan atau mengubah data dari hasil sampel untuk memperkirakan sifat-sifat seluruh populasi. Tantangan yang dihadapi dalam penyusunan rencana pengambilan contoh ini adalah bagaimana kita dapat menjalin sedemikian rupa prosedur yang kita punya dengan keadaan setempat dan dengan sumber daya yang tersedia sementara tetap mempertahankan kebaikan atau keuntungan dari Sample Survey.
- Penyusunan daftar pertanyaan. Ini adalah proses penerjemahan tujuan-tujuan studi ke dalam bentuk pertanyaan untuk mendapatkan jawaban yang berupa informasi yang dibutuhkan.Sebenarnya ini merupakan proses coba-coba (trial and error) yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah dan macam pertanyaan serta urutan dari masing-masing pertanyaan. Tidak ketinggalan pula adalah usaha bagaimana agar orang-orang yang diwawancarai (responden) dengan senang hati mau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan tetap senang dalam memberikan jawaban-jawaban.
- Kerja lapang. Tahap ini meliputi pemilihan dan latihan para pewawancara, bimbingan dalam wawancara serta pelaksanaan wawancara. Ini dapat meliputi pula berbagai tugas yang berhubungan dengan pemilihan lokasi sampel dan juga pre-testing daftar pertanyaan. Kerja lapang ini tidak akan diperlukan bila kita menggunakan cara wawancara lewat telepon atau surat.
- Editing dan Coding. Coding adalah proses memindahkan jawaban yang tertera dalam daftar pertanyaan ke dalam berbagai kelompok jawaban yang dapat disusun dalam angka dan ditabulasi. Editing biasanya dikerjakan sebelum coding agar pelaksanaan coding dapat sesederhana mungkin. Editing adalah meneliti lagi daftar pertanyaan yang telah diisi apakah apa yang ditulis di situ benar atau sudah sesuai dengan yang dimaksud.
- Analisis dan laporan. Ini meliputi berbagai tugas yang saling berhubungan dan terpenting pula dalam suatu proses penelitian. Suatu hasil penelitian yang tidak dilaporkan atau dilaporkan tetapi dengan cara yang kurang baik tidak akan ada gunanya. Tugas yang dikerjakan pada tahap ini ialah penyajian tabel-tabel dalam bentuk frekuensi distribusi, tabulasi silang atau dapat pula berupa daftar yang memerlukan metode statistik yang kompleks, dan kemudian interpretasi dari penemuan-penemuan itu atas dasar teori yang kita ketahui.
sumber: Modul Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli – Badan Pusat Statistik
23.05
Materi Kuliah
,
Metodologi Penelitian
Apa itu penelitian?
Apri
Penelitian???
Penelitian adalah pekerjaan ilmiah yang bermaksud mengungkapkan rahasia ilmu secara obyektif, dengan dibentengi bukti-bukti yang lengkap dan kokoh. Banyak faktor yang memengaruhi kegiatan penelitian untuk mewujudkan maksud tersebut, terutama yang obyeknya manusia atau yang dipengaruhi oleh manusia. Ilmu yang obyeknya dipengaruhi oleh manusia atau beberapa diantaranya yang obyeknya manusia itu sendiri disebut Ilmu Sosial. Oleh karena itu, penelitian yang obyeknya seperti itu, disebut juga penelitian di bidang sosial atau disingkat penelitian sosial.
Ciri utama dari sesuatu yang dipengaruhi oleh manusia atau manusia itu sendiri adalah sifat heterogen dan mudah berubah-ubah. Sifat itu berwujud pada kondisi ilmu sosial, yang hukum-hukum dan kaidah-kaidah yang dirumuskan di dalamnya cenderung dapat berubah-ubah atau bersifat tidak pasti. Kondisi itu mengisyaratkan bahwa hukum atau kaidah di dalam ilmu sosial, termasuk juga yang dihasilkan dari suatu hasil penelitian, selalu dapat diuji kembali untuk membuktikan kebenarannya. Dengan kata lain hukum atau kaidah itu pada dasarnya merupakan hipotesis-hipotesis ilmiah yang selalu dapat diuji kembali kebenarannya. Untuk itu penelitian di bidang sosial selalu terbuka luas , karena disamping untuk mengungkapkan sesuatu rahasia ilmu yang baru, dapat pula guna menelaah hukum atau kaidah yang sudah ada, apabila ditemukan sesuatu yang baru sehingga hukum atau kaidah itu disangsikan lagi kebenarannya. Kesangsian itu harus memiliki dasar yang kuat, agar jika dilakukan penelitian ulang, hasilnya harus mampu membuktikan ketidakbenaran hukum atau kaidah yang dimaksud, atau sekurang-kurangnya mampu menunjukkan kelemahan atau kekurangannya untuk diperbaiki dan disempurnakan. Penelitian menjadi sia-sia jika hasilnya hanya menyimpulkan bahwa hukum atau kaidah yang disangsikan itu ternyata benar.
Pengertian lainnya menurut kamus Webster’s New International, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Menurut ilmuwan Hillway (1956), penelitian tidak lain dari suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Whitney (1960) menyatakan bahwa disamping untuk memperoleh kebenaran, kerja menyelidik harus pula dilakukan secara sungguh-sungguh dalam waktu yang lama. Dengan demikian, penelitian merupakan metode berpikir secara kritis.
22.55
Materi Kuliah
,
Metodologi Penelitian
Apa itu Metodologi Penelitian???
Apri
PENGERTIAN METODE
Metode (method), secara harfiah berarti cara. Selain itu metode atau metodik berasal dari bahasa Greeka, metha, (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), jadi metode bisa berarti jalan atau cara yang harus di lalui untuk mencapai tujuan tertentu.
Secara umum atau luas metode atau metodik berarti ilmu tentang jalan yang dilalui untuk mengajar kepada anak didik supaya dapat tercapai tujuan belajar dan mengajar. Prof. Dr.Winarno Surachmad (1961), mengatakan bahwa metode mengajar adalah cara-cara pelaksanaan dari pada murid-murid di sekolah.Pasaribu dan simanjutak (1982), mengatakan bahwa metode adalah cara sistematik yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Kemudian ada satu istilah lain yang erat kaitannya dengan dua istilah ini, yakni tekhnik yaitu cara yang spesifik dalam memecahkan masalah tertentu yang ditemukan dalam melaksanakan prosedur.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.
PENGERTIAN METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
Adapun tujuan Penelitian adalah penemuan, pembuktian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
- Penemuan. Data yang diperoleh dari penelitian merupakan data-data yang baru yang belum pernah diketahui.
- Pembuktian. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
- Pengembangan. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Kegunaan penelitian dapat dipergunakan untuk memahami masalah, memecahkan masalah, dan mengantisipasi masalah.
- Memahami masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya diketahui.
- Memecahkan masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk meminimalkan atau menghilangkan masalah.
- Mengantisipasi masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk mengupayakan agar masalah tersebut tidak terjadi.
Diagram alir proses penelitian
Jenis Data dalam Penelitian
Langkah Dalam Metode Ilmiah
Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian.
Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian.
2. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan.
3. Membangun sebuah bibliografi.
4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah.
5. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan.
6. Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung.
7. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah.
8. Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak.
9. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak.
10. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan.
11. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa.
12. Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi.
13. Mengatur data untuk persentase dan penampilan.
14. Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan kaki).
15. Menulis laporan penelitian.
''OK semoga membantu :)
SUMBER
14.47
Materi Kuliah
,
Metodologi Penelitian
Cara Menyusun Instrumen
Apri
Metodologi Penelitian
Sebelumnya kita telah
membahas tentang Desain pengukuran.
Selanjutnya kita akan membahas mengenai “Cara Menyusun Instrumen”.
Cara Menyusun Instrumen
1.
Transformasi data menjadi
informasi.
Syarat-syarat data yang baik
adalah
·
Data harus Akurat.
·
Data harus relevan
·
Data harus uptodate
2.
Pembagian data menurut cara
memperolehnya.
a.
Data
Primer
Data primer
adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber
pertama.
b.
Data
Sekunder
Data
sekunder adalah data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan
pengolahnya.
3.
Pembagian data menurut
sumbernya.
a.
Data Internal
Data internal adalah data yang berasal dari dalam
instansi mengenai kegiatan lembaga dan
untuk kepentingan instansi itu sendiri.
b.
Data Ekternal
Data eksternal adalah data yang berasal dari luar
instansi.
4.
Pembagian data menurut waktu
pengumpulannya.
a.
Data Time Series
Data time
series adalah data yang dikumpulkan dari waktu-kewaktu pada satu obyek
dengan tujuan untuk menggambarkan perkembangan.
b.
Data Cross Section
Data cross
section adalah data yang di kumpulkan pada satu waktu tertentu pada
beberapa obyek dengan tujuan untuk menggambarkan keadaan
Data menurut sifatnya :
1.
Data Kualitatif
Adalah data yang berupa
pendapan atau judgement sehingga tidak berupa angka akan tetapi berupa kata
atau kalimat.
Contoh:
Pelayanan rumah sakit Enggal
Waras Sangat Baik
Tingkat Kesejahteraan
Masyarakat Banyumas Tinggi
2.
Data Kuantitatif
Data kualitatif adalah data
yang berupa angka atau bilangan
Contoh:
Tingkat kepuasan pasien di
Rumah sakit Enggal Waras mencapai 92%
Tingkat pendapatan masyarakat
Jepara mencapai Rp. 800.000/bulan
Beberapa tehnik yang dapat digunakan dalam penelitian :
1.
Teknik Tes
Teknik tes digunakan untuk
mengumpulkan data yang digunakan untuk mengevaluasi yaitu membedakan antara
kondisi awal dengan kondisi sesudahnya.
2.
Wawancara
Wawancara merupakan teknik
pengambilan data dimana peneliti langsung berdialog dengan responden untuk
menggali informasi dari responden.
Contohnya :
Matriks wawancara dalam
penelitian tentang potensi gula kelapa di banyumas
3.
Teknik Observasi
Observasi merupakan teknik
pengumpulan data dengan menggunakan indra jadi tidak hanya dengan pengamatan
menggunakan mata saja. Medengarkan,
mencium, mengecap meraba termasuk salah satu bentuk dari observasi. Instrumen
yang digunakan dalam observasi adalah panduan pengamatan dan lembar pengamatan.
Index kesepakatan observasi :
4.
Teknik Angket ( Kuesioner)
Merupakan metode pengumpulan
data yang dilakukan untuk mengumpulkan data dengan cara membagi daftar
pertanyaan kepada responden agar responden tersebut memberikan jawabannya.
a.
Kuesioner
terbuka
Dalam kuesioner ini responden diberi kesempatan untuk
menjawab sesuai dengan kalimatnya sendiri.
Bagaimanakah pendapat anda tentang harga barang di
supermarket ini ?……………………………………………………
b.
Kuesioner
tertutup
Dalam kuesioner ini jawaban sudah disediakan oleh
peneliti, sehingga responden tinggal memilih saja.
Bagaimanakah pendapat anda tentang harga barang di
supermarket ini ?
Sangat mahal Murah
Mahal Sangat murah
Cukup
Keuntungan penelitian dengan
menggunakan kuesioner :
1.
Tidak memerlukan hadirnya si
peneliti
2.
Dapat dibagikan serentak
3.
Dapat dijawab oleh rensponden
sesuai dengan waktu yang ada
4.
Dapat dibuat anomin
5.
Kuesioner dapat dibuat standar
Langkah-langkah dalam penyusunan kuesioner :
1.
Menentukan variabel yang
diteliti
2.
Mementukan Indikator
3.
Menentukan subindikator
4.
Mentransformasi sub indikator
menjadi kuesioner
Format kisi-kisi kuisioner :
Uji validitas dan realibilitas kuisioner :
- Kevalidan sebuah alat ukur ditunjukan dari kemampuan alat ukur tersebut mampu mengukur apa yang seharusnya diukur.
·
Validitas Eksternal
Instrumen yang dicapai bila data yang dicapai sesuai
dengan data atau informasi lain mengenai variabel penelitian yang dimaksud
·
Validitas Internal
Bila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian
instrumen dengan instrumen secara keseluruhan.
-
Melalui Analisis Faktor
-
Melalui Analisis Butir
Kriteria:
·
Jika koefisien korelasi product
moment melebihi 0,3 (Azwar, 1992.
Soegiyono, 1999 )
·
Jika koefisien korelasi
product moment > r-tabel ( a ; n-2 ) n
= jumlah sampel.
·
Nilai Sig. £ a
2.
Pengertian reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat
dipercaya.
Metode Pendekatan: secara garis besar ada dua jenis
reliabilitas, yaitu :
a.
Teknik Paralel (parallel form)
Pada teknik ini kita membagi kuesioner kepada responden yang
intinya sama akan tetapi menggunakan kalimat yang berbeda:
Misalnya:
Apakah menurut saudara harga tiket di kereta ini
tidak mahal ?
Apakah harga di kereta ini telah sesuai dengan pelayanan yang
saudara terima ?
b.
Teknik Ulang (double test / test
pretest)
Pada teknik ini kita membagi kuesioner yang sama pada waktu
yang berbeda.
Misalnya:
Pada minggu I ditanyakan:
Bagaimana tanggapan saudara terhadap kualitas dosen di
Universitas Calibakal ?
Pada minggu III ditanyakan:
Ditanyakan lagi pada
responden yang sama dengan pertanyaan yang sama.
Reliabilitas Internal (Internal
Consistensy)
Uji reliabilitas internal digunakan untuk menghilangkan
kelemahan-kelamahan pada uji reliabilitas eksternal.
1.
Dengan rumus Spearman-Brown
2.
Dengan rumus Flanagant
3.
Dengan rumus Rulon
4.
Dengan rumus K – R.21
5.
Dengan rumus Hoyt
6.
Dengan rumus Alpha Cronbach
Langkah
dalam melakukan uji validitas dan reliabilitas :
1.
Cobalah item di lapangan
kepada paling sedikit 30 orang responden (batas sampel besar dalam statistik)
2.
Tabulasi data yang telah masuk
3.
Ujilah validitas dan
reliabilitasnya
Uji validitas dilakukan dengan
mengkorelasikan skor item dengan skor total.
Korelasi Rank Spearman jika data yang diperoleh adalah data
ordinal, sedangkan jika data yang diperoleh data interval kita bisa menggunakan
korelasi Product Moment. Sedangkan
uji reliabilitas yang paling sering digunakan adalah uji, Alpha, Hoyt dan Spearman Brown
Hadoh… cape juga ngetiknya.. J
Sekian dulu untuk postingan tentang “Skala Pengukuran dan instrumen
penelitian”.
Semoga bermanfaat ya..
Jangan lupa tinggalkan Komentar anda.. J
Ref : Abdul Qorib, SKM,MMKes
02.31
Materi Kuliah
,
Metodologi Penelitian
Langganan:
Postingan
(
Atom
)









